Acara
bersepeda kita kali ini plus plus..Plus karena kita bisa dapat free sarapan,
Emir bisa free main permainan. Berhubung puncak acara milad kantor suami
sejalan dengan jalur sepedaan kita kalau CFD, jadi ya sekali jalan dapat semua
kan. Rasanya waktu cepat banget berjalan, rasanya baru kemarin dan bukan
beberapa tahun lalu milad kantor suami waktu itu aku hamil emir 1 bulan, puncak
acaranya di Dufan. Emir 4 bulan, puncak acara miladnya di Jungeland. Sekarang
Emirnya sudah bisa minta main ini itu di playground yang ada di puncak acara
milad tahun ini, tahun besok puncak acara miladnya kenapa dan apa ya? (ngarep)
forum diskusi ibu hamil, blog, artikel, serta website yang membahas seputar kehamilan,melahirkan, & merawat anak sangat membantuku melewati semua masa itu. Terinspirasi, terciptalah blog ini sebagai media sharing pengalaman, semoga bermanfaat..
Senin, 09 Mei 2016
Jumat, 15 Januari 2016
Putar-Putar TMII
Niat awal ke TMII karena
mau ajak emir lihat musem air tawar berhubung anaknya memang penggemar ikan dan
segala jenis binatang. Sebelum kita coba Sea World, kita coba yang murah meriah
dulu di museum air tawar. Tiket masuk gerbang TMII 10 ribu/orang dan 6 ribu/motor.
Tujuan
utama adalah museum air tawar, biaya masuknya 25ribu/orang, emir pun harus beli
karcis karena tingginya sudah melewati batas tinggi minimum yang harus bayar.
Kurang puas sih rasanya, karena di dalamnya ternyata isinya cuma ikan-ikan yang
sudah biasa kita lihat, penampakan aquariumnya juga kurang menarik. Malah lebih
menarik di pintu keluar museumnya, karena bisa Memberikan umpan ikan di kolam,
plus foto dengan badut. Rasanya itulah awal mula emir terobsesi untuk salaman
dan foto dengan badut.
Setelah
rehat makan siang di pinggir danau depan museum air tawar dan solat dzuhur kita
lanjut tur keliling museum serangga dan kupu-kupu yang letaknya di sebelah
museum air tawar, senangnya biaya masuknya free. Penataan serangganya menarik
sih, tapi berhubung aku sendiri bukan favorit (takut) dengan segala serangga
dan binatang berkaki banyak, jadi ya cuma menikmati sekenanya saja. Jalan
keluar dari museum ini kita diajak memutari taman kupu-kupu, mungkin seharusnya
tamannya dipenuhi kupu-kupu ya, tapi karena sepertinya juga masuk tahap
pemugaran, jadi ya sama sekali tidak nampak kupu-kupu, tamannya pun kelihatan
gersang, jadi ya kita cuma manfaatkan untuk foto-foto deh.
Tadinya
kita mau lanjut kunjungan ke museum komodo dan museum transportasi untuk coba
naik pesawat garuda yang terparkir di halaman depannya, plus pastinya untuk
menyenangkan obsesi anak lelaki dengan segala jenis mobil, kereta, helikopter,
dll. Sayangnya banyak museum yang sedang masuk tahap pemugaran termasuk 2
museum tadi.
Lihat
museum transportasi ditutup untuk umum rasanya sediiih banget, padahal mau juga
ajak Emir naik pesawat garuda itu, karrena dulu waktu kecil aku pernah masuk
dan berkesaaaan sampai sekarang, secara sampai umur 26 tahun belum pernah
sekalipun naik pesawat, hiks.
Jadi
setelah putar-putar TMII, paling puas akhirnya tempat terakhir yang kita
kunjungi, yaitu museum pemadam kebakaran. Museum ini baru dibuka untuk umum,
ruangan dalamnya terdapat pameran sejarah dan inventaris pemadam kebakaran.
ketika kita berkunjung kita diberikan booklet gratis komik Adit dan Sopo Jarwo
episode pemadam kebakaran. Nah bagian paling seru adalah di luar pameran
terparkir 2 mobil pemadam kebakaran yang bisa kita lihat-lihat dalamnya, plus
helm dan topi pemadam.kebakaran yang bisa dipakai.
Puas
rasanya kita main di dalamnya, bisa coba berbagai hal, putar alarm blankwir
misalnya.
Jalan-jalan
hari itu kita tutup dengan main di playground yang tanpa sengaja kita temukan
di luar museum komunikasi sambil menikmati angin sore.
Kamis, 15 Oktober 2015
Mainan Baru
Tahun
kemarin, uang lebaran Emir yang lebih banyak dari tahun ini, habis sama ibu dan
papahnya untuk kulineran waktu pulang kampung. Jadi akhirnya tahun ini kita
rencana untuk mengalokasikan uang lebaran Emir untuk beli mainan baru di
Asemka, karena memang selama ini kita jarang banget beli mainan untuk Emir,
Niatnya sih beli mainan yang sering Emir mainkan dan rebutan di rumah
sepupunya.
Jadi
jalanlah kita ke Pasar Asemka, list belanjanya: mobil remote control, trolley,
blocks, tools set (mainan palu, obeng, gergaji, dll).mobil yang bisa dinaikkan.
Niatya
kita ke satu toko yang memang beragam dan murah, lupa nama tokonya apa. Tapi
ternyata tutup, jadi akhirnya kita cari di toko-toko lain.
Akhirnya
dapatlah kita mobil remote control, trolley, tools set, dan mobil yang bisa
dinaikkan, Senangnya lihat Emir super happy, apalagi sama mobil remote
controlnya.
Remote
control [90rb], trolley [60rb], tools set [35 rb], mobil-mobilan [lupa harga]. Akhirnya
beberapa bulan kemudian baru bisa bayar hutang beli blocks [35rb] dan papan
tulis hapus [19rb] tapi bukan di Asemka, di toko mainan dekat rumah. Niat awal
beli mainan sih untuk menambah aktivitas, tactile, dan motorik kasar Emir, jadi
ya harus pilih mainan yang mendukung ya.
Selasa, 06 Oktober 2015
Eid Adha 2015
Seperti momen idul
fitri, ini adalah idul adha ketiga bersama Emir di usianya yang ke 2 tahun,
lucu ya. Lagi-lagi kita memutuskan untuk shalat Ied di lapangan PLN duren tiga,
dengan alasan dekat dengan rumah dan tentunya supaya Emir nyaman. Kalau di lapangan
terbuka kan, Emir pandangannya lebih luas, banyak burung berterbangan yang
pasti akan buat dia senang, dan walaupun banyak orang insya Allah ga akan
terasa penuh. Ini kali pertama shalat idul adha bersama Emir, tapi sudah yang
ketiga kali untuk shalat Ied nya, ditambah dua kali shalat idul fitri.
Alhamdulillah, anaknya
anteng, mau pakai peci dari rumah sampai kembali ke rumah, ga nangis, ga
crancky, ikut shalat, semangat cemplungin uang amal, anak soleh banget
pokoknya. Walaupun di tengah khutbah minta dianter ke papahnya, haha.
Mudah-mudahan shalat ied selanjutnya bisa ada di barisan laki-laki sama papah
ya Mir.
Another Museum Trip
Awalnya kita menghadiri
undangan pernikahan teman kerja suami di Salemba. Berhubung jalan pulang
melewati banyak museum sejarah, seperti biasa papah Emir semangat 45 untuk ajak
kita ke Museum. Walaupun jujur aku agak takut kalau mau masuk museum, apalagi
museum sejarah, secara ya, museum itu kan malam-malam ga ada penghuninya, apalagi
yang situs asli dimana sejarahnya berada, spooky-spooky gimana kan. Tapi
seperti biasa, selalu semangat kalau yang namanya jalan-jalan kemana pun, pasti
ada pengalaman dan ilmu baru ya kan.
Museum Juang 45
Museum ini terletak di Jl. Menteng Raya No.31, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus
Ibukota Jakarta 10340 , menurut tulisan yang aku sempat baca di
dalamnya, dulunya museum ini adalah hotel milik keluarga Belanda-Betawi, sampai
akhirnya diajukan sebagai Museum Djoeang 45, jadi ya (Alhamdulillah) ga terlalu
mencekam. Isinya berupa miniatur, foto, lukisan, patung, semboyan-semboyan juang
dan barang peninggalan selama masa perjuangan kemerdekaan.
Yang paling menarik
hati itu lihat 3 mobil kepresidenan asli pada zamannya. Ada mobil dinas RI 1
milik Ir. Soekarno, RI 2 miik bung Hatta yang merupakan buatan dalam negeri dan
hadiah dari paman Bung Hatta sendiri untuk mobil dinasnya dengan maksud agar
mobil tersebut tidak dirampas Jepang, mobil itu juga menemani Bung Hatta selama
menjalankan jabatannya menjadi wapres di Jakarta dan Yogyakarta. Satu lagi
adalah mobil dinas Ir. Soekarno yang menjadi saksi bisu peristiwa peledakan
Cikini dimana Soekarno berusaha dibunuh dengan granat ketika sedang berada di
dalam mobil. Seru deh lihat mobil aslinya yang masih oke, dan kelihatan banget
ya kalau benda-benda zaman dahulu itu kokoh luar biasa, besi mobilnya aja
kelihatan berat, kalau zaman sekarang kan gampang penyok, hihi.
Waktu kita berkunjung
ke museum ini, ternyata sedang ada acara pernikahan di halaman belakang museum,
dan para tamu undangan memang sudah plus dapat tiket untuk melewati museumnya
terlebih dahulu. Seru juga ya pemasaran museumnya, jadi lebih banyak orang
yang dapat melihat museum ini. Waktu kita pulang pun ada pasangan yang akan
menikah di sana juga yang sedang survey tempat. Ga sangka kan museum bisa
juga jadi tempat melangsukan resepsi pernikahan. Tapi memang Museum Juang ini
bangunannya nyaman, gabungan usur modern dan etniknya dapet banget.
Nah, berhubung kita juga
baru dari undangan pernikahan, masih pakai batik, dress plus high heels dong.
Waktu kita mau beli tiket ya dapat tiket gratis, karena disangka juga tamu
undangan. Awalnya kita juga bingung dan manut-manut aja dikasih tiket dan
masuk, sampai di dalam baru ngeh kenapa, oalah rezeki Alhamdulillah. Tapi ya
kita cukup tau diri untuk ga ikut ambil prasmanan ya, haha, berhubung sudah
cukup kenyang, mungkin lain cerita kalau laper kali ya.
Emir happy banget di
sini, secara ya adem AC, dia bisa lari ke sana ke sini, lihat miniatur pesawat
dan kapal perang kesukaannya, lihat miniatur proses perjuangan, dan lihat
beberapa patung yang dipanggil-panggilnya.. Bapak, Bapak..
Hal berkesan lainnya adalah pajangan quotes Ir. Soekarno yang inspiratif dan keren banget, pada zamannya, di usianya bisa berpikiran seperti itu. Dari beberapa quotes yang dipajang, ini adalah favoritku;
Museum Sasmitaloka Jendral Besar A.H
Nasution
Lanjut kita ke Museum
A.H Nasution di jalan Teuku Umar No. 40, Jakarta Pusat, agak meragu sebenarnya karena kata suami ini merupakan rumah
pribadinya tempat peristiwa G30SPKI dan penembakan Ade Irma Nasution, duh duh.
Masuk ke sana ternyata museum ini free tiket, karena ga ada bacaan harga
tiket, loket, dan penjaganya pun mempersilahkan kami untuk langsung masuk ke
dalam.
Di dalamnya kita bisa
lihat isi rumah Jendral ini yang memang masih dibiarkan seperti aslinya, ruang tamunya, ruang kerjanya, buku-buku karya beliau
yang begitu banyak, foto-foto keluarganya, dan patung-patung yang ditempatkan
sesuai persitiwa ketika pasukan cakra birawa menembus masuk rumah, ketika
jendral melompat ke kedutaan Irak di sebelahnya, ketika anaknya tertembak, bahkan bekas peluru di langit-langit dan meja kayunya pun masih ada. Museum ini awalnya memang kediaman keluarga Jendral Nasution, sampai diresmikan oleh Bapak SBY sebagai museum.
Di
sini, waktu mau masuk kamar tempat kejadian, Emir ga mau masuk, takut,
dan mulai ngambang air matanya, jadi ya aku dan Emir kembali ke ruang tamu,
tunggu papahnya yang sedang keliling ditemani guide museum. Yah, namanya juga
anak-anak ya, lebih sensitive kan. Di ruang tamunya sih Emir kembali ceria.
Kemudian kita ke halaman belakang dan melihat mobil dinas bintang lima milik
Jendral A.H Nasution.
Dari kujungan ke museum
ini sih, Alhamdulillah dapat ilmu banyak. Baru tahu tentang cakra birawa, baru
tahu kalau Pierre Tendean itu ajudannya Jendral Nasution, yang tertembak karena
mengaku atau disangka Jendral Nasution, baru tahu kalau A.H Nasution itu
kepanjangan dari Abdul Haris Nasution, baru tahu kalau ternyata di Indonesia
sampai saat ini hanya ada 3 Jendral Besar berbintang lima; Jendral Besar
Soedirman, Jendral Besar Soeharto, dan Jendral Besar A.H. Nasution. Gak akan
pernah terlalu tua atau terlambat untuk tahu ya kan. Dari dulu soalnya kalau
ada pelajaran tentang G30SPKI, ada film-filmnya kayaknya otakku berusaha untuk
skip banyak hal, habis kan sadis banget ya untuk ukuran anak kecil mempelajari
hal seperti itu, walaupun ya memang harus tahu bahwa perjuangan merebut kemerdekaan
itu ya penuh darah dan air mata. Sampai dulu pernah kunjungan ke lubang buaya,
kebawa mimpi, dan sampai sekarang trauma berkepanjangan gitu deh sama hal-hal
yang menyangkut G30SPKI.
Hal menyenangkan
lainnya adalah kita di guide langsung, dijelaskan banyak hal oleh Bapak yang
bertugas di tempat, ga sempat tanya namanya siapa, tapi memang ramah dan begitu
tahu banyak hal, plus selalu menawarkan dirinya untuk memfoto kita di berbagai tempat. Bapak itu memang setiap hari bersama 2 temannya ditugaskan di
sana, beliau dari TNI, jadi ya wajar ya tahu banyak masalah sejarah yang
bersangkutan, dan kelihatan sekali mencintai perjuangan Bapak A.H Nasution dan
keluarganya.
Mungkin kalau nanti
Emir sudah SD dan dapat pelajaran sejarah, kita bisa kunjungan ulang ke museum
yang berhubungan ya, supaya lebih dapat ilmu dan otentik sejarahnya.
Senin, 05 Oktober 2015
Review Pil KB kombinasi Andalan
Setelah
2 tahun dengan setia mengonsumsi pil KB laktasi Andalan, akhirnya kembali harus
pilah pilih mau lanjut KB apa ya, karena Emir sudah berhasil disapih kan.
Alhamdulillah selama mengonsumsi pil KB laktasi andalan ini aku cocok, ga flek,
pusing, mual, atau jadi gemuk. ASI pun tetap lanjar jaya dan melimpah.
Masih
tetap takut dengan KB spiral, karena takut aja kalau ada sesuatu yang
dimasukkan ke dalam tubuh, apalagi organ intim ya, syerem. Jadi sempat tanya
beberapa teman yang minum pil KB kombinasi dan suntik 3 bulan. Sampai teman
menyarankan kalau memang aku cocok dengan KB pil, kenapa tidak diteruskan, tapi
tetap lebih baik konsultasi bidan terlebih dulu.
Jadilah
kita konsultasi ke bidan, di sana diberikan pilihan beberapa pil kombinasi,
langsung tambah bingung, karena bidannya menyerahkan untuk pilih sendiri pil KB
yang berkenan di hati. Karena merasa cocok dengan produk andalan, jadi akhirnya
aku pilih pil KB kombinasi Andalan, karena merasa sudah cocok, dan andalan
mudah didapat di toko obat manapun. Ternyata harganya pun jauh lebih murah ya
(Rp. 6500), setengah dari pil KB laktasi (Rp. 12.500). Makin ga salah pilih
kayaknya, haha. Dinamakan pil kombinasi karena memang ada warna berkombinasi,
jadi ada yang pil warna kuning dan 7 pil warna putih untuk dikonsumsi setelah
menstruasi.
Selama
mengonsumsi pil KB laktasi, aku memang ga menstruasi selama 2 tahun setelah
nifas. Jadi ketika minum pil kombinasi itu ada 7 pil yang berwarna putih yang
dikonsumsi untuk menstruasi. Jadi ketika sampai di alur pil warna putih itu,
akhirnyaaaa diriku bisa merasakan menstruasi lagi..
Jumat, 02 Oktober 2015
Balada Menyapih
Menyapih
ini fase yang bikin sedih hati, tapi juga bahagia dan lega. Sedih karena fase
menyusui itu membuat aku dekat secara fisik dengan Emir, secara menyusui itu
pasti tubuh berdekatan, sambil peluk-pelukan, sambil elus-elusan, romatis deh. Lega
karena berhasil menyusui sampai 2 tahun,
sampai 2 tahun ASI masih melimpah ruah, Emir masih doyan ASI sampai 2 tahun,
bahagianyaaa..
Lebih
bahagia lagi karena berhasil menyapih tanpa ditakut-takutin atau dikasih pahit-pahitan.
Dari Emir umur setahun lebih aku dan suami memang sudah mulai sugesti-sugesti
Emir kalau Emir sudah dua tahun, sudah ulang tahun, sudah tiup lilin, sudah
nggak boleh nen lagi ya..
Lalu
sampailah kita pada hari mendekati Emir 2 tahun. Mulai dibiasakan kalau mau
tidur ga harus pakai meyusu, diajak main, nonton video, baca buku, elus-elus.
Walaupun ujung-ujungnya kadang masih minta menyusu juga, tapi supaya ga kaget
aja kalau nanti suasananya berubah. Betahan beberapa hari, lalu gagal, dan
anaknya makin tambah doyan menyusu. Yah, menghibur diri sendiri.. gapapa, belum
dua tahun ini, walaupun lumayan ketar-ketir juga, karena tinggal beberapa hari
lagi, terus harus pakai cara apa ya?
Mulai
goyah iman ketika sudah lewat seminggu setelah ulang tahun di tanggal 6 Agustus
untuk coba oles kopi, atau apapun yang pahit di tempat menyusu. Gimana ya? Kok
malah makain menggebu-gebu kalau minta menyusui harus saat itu juga.
Alhamdulillah
ga sampai harus pakai pahit-pahit ternyata. Kayanya ga tega aja, plus kalau
pakai pahit-pahitan takut ada dampak psikologis apa gitu nantinya, halah.
Jadi
kita mulai teguhkan hati tanggal 16 Agustus malam bahawa mulai malam itu Emir
resmi disapih, bismillah. Malam pertama berhasil, anaknya mau tidur dengan
menyusu botol plus diusap-usap.
Besok
siangnya adalah kejadian yang buat jiwa dan hati gemetar. Emir tantrum, guling-guling
sepanjang ruangan, jerit minta nen, nangis, dipeluk dan digendong melempar
badan, walah.. Tapi ya hati harus kuat katanya, karena kalau menyerah sekarang, berarti harus mulai dari awal lagi
nantinya. Tapi ya secara Emir itu anak dengan tipe yang lumayan anteng dan
jarang nangis meraung atau teriak-teriak, hamper ga pernah kayaknya, dari bayi
pun begitu, Cuma bisa komat kamit.. Ya Allah kuatkan ya Allah, sambil mau nangis
bisikin Emir, "Ibu ikhlas mir, Emir juga yang ikhlas ya.."
Alhamdulillah, sekali itu aja tantrum, besoknya sudah mau minum susu sebelum tidur alias nge-dot, Sekarang pun makin gampang tidurnya. Aah.. senangnya berhasil melalui dua tugas, menyusui sampai 2 tahun dan menyapih. Hari kedua setelah menyapih, payudara mulai bengkak, karena sakit banget dan menggangu aktivitas akhirnya aku pompa. Hari kelima bengkak lagi, dan aku pompa lagi, sampai akhirnya sampai sekarang sudah bye-bye bengkak, Alhamdulillah..
Sampai sekrang terkadang masih suka bilang,
Ibu..nen, tapi cuma sekedar bilang aja sih, mungkin masih teringat rutinitas
yang pernah ada ya, secara dua tahun menyusu pagi siang malam kan. Belum-belum
aja sudah mulai merindu suasana menyusui, hiks..
Langganan:
Postingan (Atom)



























