Senin, 23 Mei 2016

Anak Ondel-Ondel

Entah kenapa Emir bisa jadi fans berat ondel-ondel, selalu heboh kalau lihat ondel-ondel, ga ketinggalan slalu minta foto, sampai ada masanya dimana sebulan lebih tiap malam selalu request lihat video ondel-ondel di youtube, plus hafal lagu ondel-ondel. Walhasil papa dan ibunya jadi inkut hafal lagu ondel-ondel, yang ternyata liriknya lucu ya.. Oh, setelah 26 tahun hidup di Jakarta, lahir sebagai warga Jakarta, baru kali ini tau lirik lagu ondel-ondel.


Bagian yang lebih lucu adalah, kita tiap Minggu ikut car free day, karena Emr mau lihat ondel-ondel kesayangannya. Lucunya lihat orang yang kejar ondel-ondel buat kasih uang, padahal biasanya ondel-ondel yang kejar orang ya..















Minggu, 22 Mei 2016

Pantai Karnaval Ancol

Terakhir kali ke pantai Ancol di waktu pagi duluuu sekali, zaman masih sekolah, mungkin waktu SD, lama banget ya. Sekarang Ancol sudah beda, sudah tertata lebih rapih, walaupun pastinya lautnya tambah kotor dan hitam, jadi mau berendem juga agak mikiiiir gitu, selain karena namanya ibu punya anak berjilbab pula, duh mikir-mikir deh kalau jalan-jalan terus nyebur-nyebur, atau berenang-berenang, males bawa gantinya ya kan, ya baju, celana, jilbab, dll dll. Oh jadi terima kasih, dan cukup bawa tas baju ganti untuk suami dan anak aja ya. Itu pun udah segambreng bawaannya.



Rasanya kita sudah siap-siap dari subuh, rencana jalan pagi-pagi, supaya bisa menikmati pantai lebih pribadi sebelum ramai pengunjung lain. Tapi oh sampai di sana jam 6 pagi, pantainya sudah membludak orang, kurang pagi ternyata. Super penuh, sampai bingung mau cari lapak untuk gelar tikar piknik. Datang dari jam berapa ya kalian?



Seperti biasa, Emir diganti baju renang ketakutan ga mau berenang. Lamaaaa dia main pasir dulu bolak balik dulu, sampai akhirnya baru mau nyebur agak dalam sama papahnya, dan giliran kita mau bilas, dia malah masih mau main lagi, oh anak-anak, betapa uniknya.


Senang kalau ke tempat wisata yang tertata rapi dan petugasnya sigap. Shower tempat kita bilas dan kamar mandi bilasnya lumayan nyaman, petugasnya pun selalu siap untuk membrishkan setip saat, walaupun masih tercium sedikit pesing di bagaian kamar mandi bilasnya, Nah yang ini bagian pengunjung untuk lebih bertanggung jawab ya.

Setelah bilas kita jalan menelusuri jembatan kayu yang di tepinya merapat perahu-perahu nelayan dengan hasil tangkapan mereka, semacam pasa ikan jadinya. Walaupun ga beli, karena ga terlalu berminat dan ahli mengolah hasil laut, tetap menyenangkan jalan-jalan lihat ikan, udang, kepiting, cumi, lobster, dan hewan laut lainnya yang dijajakan.

Ketika kita di jembatan itu, dari pantai karnaval ada hiburan dari para lifeguard, mereka mengajak penonton flashmob dengan lagu-lagu energik, seruuu banget lihatnya. Plus ada atraksi speed boat. Jadi ya puasss banget pagi itu trip kita.

Sewaktu jalan-jalan di jembatan itu matahari rasanyaaaa seperti matahari jam 11, pas lihat jam ternyata baru jam 8 tuh. Oh, langsung berasa efek muka kepiting, mungkin memang begitulah panas pantai ya.

 






Rabu, 11 Mei 2016

Museum Satria Mandala

Kali ini ke Museum Satria Mandala. Ini museum paling dekat rumah, tapi pernah ke sana waktu zaman SD kayaknya ya. Setiap Minggu pagi lewat di depan museum ini kalau mau CFD ke Monas, dan Emir selalu terkesima lihat pesawat dan helikopter yang ada di halaman depan museum, maklum ya anak laki-laki, jadi terobsesi dengan pesawat dan kawan-kawannya. Jadi ya niat awal ke Museum ini karena mau foto-foto sama replika-replika pesawat itu.

Museum ini isinya ya sejarah dan segala hak tentang TNI, maafkan saya bukan penggila museum atau sejarah, sering ke museum karena suami yang hobi banget kunjungan museum ini itu, kita mah ikut aja selama jalan-jalan bertiga, jadi ya mohon maaf ga bisa review terlalu detail.

Satu hal yang terkenang adalah ketika kita lihat replika pesawat seulawah, yang ternyata  pesawat kepresidenan pertama Indonesia hadiah dari sumbangan emas masyarakat aceh, waaa keren ya. Selalu di luar logika bagaimana daya pikir dan rasa orang-orang zaman dulu dengan perjuangan kemerdekaan mereka. Replika pesawat ini ada di luar museum, di tengah lapangan, dan dari lapangan itulah kita dapat merasakan dan melihat bagaimana museum satria mandala berada di tengah kepungan gedung bertingkat Jakarta.

 





Senin, 09 Mei 2016

CFD Plus Plus

Acara bersepeda kita kali ini plus plus..Plus karena kita bisa dapat free sarapan, Emir bisa free main permainan. Berhubung puncak acara milad kantor suami sejalan dengan jalur sepedaan kita kalau CFD, jadi ya sekali jalan dapat semua kan. Rasanya waktu cepat banget berjalan, rasanya baru kemarin dan bukan beberapa tahun lalu milad kantor suami waktu itu aku hamil emir 1 bulan, puncak acaranya di Dufan. Emir 4 bulan, puncak acara miladnya di Jungeland. Sekarang Emirnya sudah bisa minta main ini itu di playground yang ada di puncak acara milad tahun ini, tahun besok puncak acara miladnya kenapa dan apa ya? (ngarep)




 

 


Jumat, 15 Januari 2016

Putar-Putar TMII

Niat awal ke TMII karena mau ajak emir lihat musem air tawar berhubung anaknya memang penggemar ikan dan segala jenis binatang. Sebelum kita coba Sea World, kita coba yang murah meriah dulu di museum air tawar. Tiket masuk gerbang TMII 10 ribu/orang dan 6 ribu/motor.

Tujuan utama adalah museum air tawar, biaya masuknya 25ribu/orang, emir pun harus beli karcis karena tingginya sudah melewati batas tinggi minimum yang harus bayar. Kurang puas sih rasanya, karena di dalamnya ternyata isinya cuma ikan-ikan yang sudah biasa kita lihat, penampakan aquariumnya juga kurang menarik. Malah lebih menarik di pintu keluar museumnya, karena bisa Memberikan umpan ikan di kolam, plus foto dengan badut. Rasanya itulah awal mula emir terobsesi untuk salaman dan foto dengan badut.

Setelah rehat makan siang di pinggir danau depan museum air tawar dan solat dzuhur kita lanjut tur keliling museum serangga dan kupu-kupu yang letaknya di sebelah museum air tawar, senangnya biaya masuknya free. Penataan serangganya menarik sih, tapi berhubung aku sendiri bukan favorit (takut) dengan segala serangga dan binatang berkaki banyak, jadi ya cuma menikmati sekenanya saja. Jalan keluar dari museum ini kita diajak memutari taman kupu-kupu, mungkin seharusnya tamannya dipenuhi kupu-kupu ya, tapi karena sepertinya juga masuk tahap pemugaran, jadi ya sama sekali tidak nampak kupu-kupu, tamannya pun kelihatan gersang, jadi ya kita cuma manfaatkan untuk foto-foto deh.
Tadinya kita mau lanjut kunjungan ke museum komodo dan museum transportasi untuk coba naik pesawat garuda yang terparkir di halaman depannya, plus pastinya untuk menyenangkan obsesi anak lelaki dengan segala jenis mobil, kereta, helikopter, dll. Sayangnya banyak museum yang sedang masuk tahap pemugaran termasuk 2 museum tadi.

Lihat museum transportasi ditutup untuk umum rasanya sediiih banget, padahal mau juga ajak Emir naik pesawat garuda itu, karrena dulu waktu kecil aku pernah masuk dan berkesaaaan sampai sekarang, secara sampai umur 26 tahun belum pernah sekalipun naik pesawat, hiks.

Jadi setelah putar-putar TMII, paling puas akhirnya tempat terakhir yang kita kunjungi, yaitu museum pemadam kebakaran. Museum ini baru dibuka untuk umum, ruangan dalamnya terdapat pameran sejarah dan inventaris pemadam kebakaran. ketika kita berkunjung kita diberikan booklet gratis komik Adit dan Sopo Jarwo episode pemadam kebakaran. Nah bagian paling seru adalah di luar pameran terparkir 2 mobil pemadam kebakaran yang bisa kita lihat-lihat dalamnya, plus helm dan topi pemadam.kebakaran yang bisa dipakai.

Puas rasanya kita main di dalamnya, bisa coba berbagai hal, putar alarm blankwir misalnya.

Jalan-jalan hari itu kita tutup dengan main di playground yang tanpa sengaja kita temukan di luar museum komunikasi sambil menikmati angin sore.


Kamis, 15 Oktober 2015

Mainan Baru

Tahun kemarin, uang lebaran Emir yang lebih banyak dari tahun ini, habis sama ibu dan papahnya untuk kulineran waktu pulang kampung. Jadi akhirnya tahun ini kita rencana untuk mengalokasikan uang lebaran Emir untuk beli mainan baru di Asemka, karena memang selama ini kita jarang banget beli mainan untuk Emir, Niatnya sih beli mainan yang sering Emir mainkan dan rebutan di rumah sepupunya.

Jadi jalanlah kita ke Pasar Asemka, list belanjanya: mobil remote control, trolley, blocks, tools set (mainan palu, obeng, gergaji, dll).mobil yang bisa dinaikkan.

Niatya kita ke satu toko yang memang beragam dan murah, lupa nama tokonya apa. Tapi ternyata tutup, jadi akhirnya kita cari di toko-toko lain.

Akhirnya dapatlah kita mobil remote control, trolley, tools set, dan mobil yang bisa dinaikkan, Senangnya lihat Emir super happy, apalagi sama mobil remote controlnya.



Remote control [90rb], trolley [60rb], tools set [35 rb], mobil-mobilan [lupa harga]. Akhirnya beberapa bulan kemudian baru bisa bayar hutang beli blocks [35rb] dan papan tulis hapus [19rb] tapi bukan di Asemka, di toko mainan dekat rumah. Niat awal beli mainan sih untuk menambah aktivitas, tactile, dan motorik kasar Emir, jadi ya harus pilih mainan yang mendukung ya.

Selasa, 06 Oktober 2015

Eid Adha 2015


Seperti momen idul fitri, ini adalah idul adha ketiga bersama Emir di usianya yang ke 2 tahun, lucu ya. Lagi-lagi kita memutuskan untuk shalat Ied di lapangan PLN duren tiga, dengan alasan dekat dengan rumah dan tentunya supaya Emir nyaman. Kalau di lapangan terbuka kan, Emir pandangannya lebih luas, banyak burung berterbangan yang pasti akan buat dia senang, dan walaupun banyak orang insya Allah ga akan terasa penuh. Ini kali pertama shalat idul adha bersama Emir, tapi sudah yang ketiga kali untuk shalat Ied nya, ditambah dua kali shalat idul fitri.

Alhamdulillah, anaknya anteng, mau pakai peci dari rumah sampai kembali ke rumah, ga nangis, ga crancky, ikut shalat, semangat cemplungin uang amal, anak soleh banget pokoknya. Walaupun di tengah khutbah minta dianter ke papahnya, haha. Mudah-mudahan shalat ied selanjutnya bisa ada di barisan laki-laki sama papah ya Mir.