Minggu, 20 April 2014

Mandi Ceria a la Emir

Waktu mandi adalah waktu yang menyenangkan bagi Emir, secara Emir selalu ketawa, senyum-senyum, mgoceh-ngoceh ceria selama mandi. Dari awal lahir memang sudah suka mandi, jadi urusan mandi alhamdulillah gampang, ga seperti urusan makan (hiks).

1 bulan pertama Emir mandi dimandikan mama atau mba di rumah, karena masih belum PD buat memandikan sendiri, padahal pengen banget. Insya Allah kalau anak kedua mau coba mandikan sendiri tapi ya harus modal bak mandi yang bagus & memang khusus untuk bayi dari newborn kali ya.

Mama & mba pun langsung horor kalau aku mau mandiin Emir sendiri, tapi ya memang kalau memandikan sendiri itu apalagi masih newborn masih ringkih, bak mandi pun cuma bermodal bak mandi dari pasar (35rb) jadi itu super licin dasarnya, ngeri aja kalau sampai kecemplung kan anaknya,hii..

Akhirnya mulai bisa memandikan Emir di usia Emir 2 bulan dengan bantuan jaring mandi. Jaring mandi dan bather itu idola banget de,jadi kita bisa mandiin anak sendiri dengan aman dan nyaman. Jaring mandinya lungsuran dari tante dan om nya Emir yang masih kecil-kecil juga. Lucu ya punya tante dan om yg beda umurnya cuma 3 tahunan.

Jadi Emir ditaruh di atas jaring yang di senderkan di bak mandi, lalu disabun dan bilas. 

Kalau keramas, Emir pakai topi keramas (18rb) beli di ayeshababyshop.com, pakai ini acara keramas pun jadi mudah dan menyenangkan,jadi ga takut shampoo nya kena mata.

Di Usia 5 bulan kita pindah ke baby bather, ini dapat bonus dari beli stroller. Baby bather lebih mudah dipakai karena lebih besar dan tidak perlu disandarkan ke bak mandi lagi, karena sudah ada kaki penyangganya sendiri. 

Selama mandi Emir selalu tertawa dan ngoceh-ngoceh, happy banget pokoknya. Jadi selalu senang acara memandikan Emir. Untuk sabun aku pakai sabun cussons baby biru yang batang, Karena dapat sekitar 6 buah sabun ini dari kado, katrena wanginya enak dan awet, jadi sampai sekarang kalau beli tetap sabun cussons baby biru ini (ukuran kecil 4rb, ukuran besar 6rb). Shampo pakai cussons juga, masih hadiah.

Kalau pergi supaya mudah pakai sabun cair johnson & johnson head to toe wash warna kuning (17rb), awalnya juga dapat dari hadiah, akhirnya kemudian beli lagi untuk kalau berpergian. Harusnya sih cukup beli refilnya, tetapi karena botol yang pertama dibuang jadi terpaksa beli yang baru. Enaknya head to toe wash, ya langsung sekalian sabun dan shampo, jadi cukup bawa 1 botol. Tetapi kalau yang botol ini sudah habis, mau coba pakai sabun cair yang lain. Karena yang ini memang lembut banget jadi agak licin dan harus bilas berkali-kali.

Ini foto Emir mandi dengan baby bather..

Senin, 14 April 2014

Review Sterilizer Crown 6 in 1

Sebelum masa cuti 3 bulan habis, dan mulai berjibaku dengan botol ASIP dan kawan-kawannya, jadilah kita hunting sterilizer di ITC kuningan, kebetulan baru ditengok teman-teman kerja dan keluarga suami sehingga tercukupilah budget untuk beli sterilizer. Setelah googling kita tertarik dengan sterilizer crown karena harganya sesuai dengan budget. Akhirnya setelah tanya-tanya dan compare harga kita beli sterilizer crown (375rb) sudah termasuk steamer untuk makanan dan minuman, sayang lupa nama tokonya apa.

Sterilizer crown bisa menampung 6 botol, membantu banget dalam proses steril. Isi sedikit air (sekitar 50ml)  di atas besi pemanas, masukkan peralatan yang mau disteril, tekan tombol power dan tombol 100 derajat, tinggal tunggu nanti mati sendiri kalau prosesnya sudah selesai. Jadi bisa ditinggal mengerjakan sesuatu yang lain. Sayangnya bagian dasar  atau semacam besi pemanasanya cepat berkerak, menurut brosur sih ada cairan khusus yang bisa mengembalikan, cuma belum sempat cari karena memang tidak mengganggu. Keraknya sama seperti yang ada di dasar teko air minum. Mungkin karena proses pemanasan air berkali-kali ya. 

Pada awalnya, setelah proses steril, botol-botol kembali aku keringkan dengan lap atau tisue karena memang masih basah, kalau sekarang langsung saja aku simpan. Memang lebih enak yang sterilizer sekalian dryer, tapi ya harganya sekitar 668rb kan, so lupakanlah.

Steamernya memang belum pernah aku pakai sampai usia Emir 8 bulan, karena kalau memanaskan ASIP, langsung masukkan dari botol kaca ke botol, lalu dicelupkan ke gelas yang sudah diisi air panas. Lucunya ketika Emir 4 bulan, 2 bulan setelah kita beli sterilizer, kantor suami juga menghadiahkan sterilizer little giant. Akhirnya dipakai juga sterilizer little giantnya karena tiba-tiba sterilizer crown tidak bisa menyala, rencana sih weekend ini mau kita service ke papa mertua. 
Jadi review untuk crown & little giant:

Crown:
  • Muat banyak dan tabung besar, biasanya aku mensterilkan segala perabotan cuma dengan 2 kali kerja.
  • Bagian besi pemanas cepat berkerak.
  • Panas sampai 100 derajat pol, jadi rasanya aman dan nyaman untuk masalah steril
Little giant
  • Muat sedikit dan volume tabung kecil, sehingga untuk proses steril yang biasanya 2 kali kerja, jadi 4 kali kerja.
  • Bagian besi pemanas awet
  • Panas setelah proses sterilnya bagiku rasanya kurang daripada crown

Minum ASIP dengan Pigeon

Sejak usia 1 bulan, emir memang sudah latihan minum ASIP dengan botol supaya terbiasa. Alhamdulillah ga pernah bingung puting, kalau ada aku Emir pun lebih memilih langsung menyusui. Pokoknya dari awal aku positive thinking bahwa Emir pintar, bisa, dan ga akan bingung puting. Kasihan juga kalau kerja dan Emir titip di mama harus minum ASIP pakai sendok, pasti mama repot.

Awalnya memakai botol pigeon karena dapat hadiah melahirkan 2 botol pigeon dengan dot ukuran S. Dicoba dan Emir cocok, akhirnya beli lagi de 5 botol pigeon (@ 27rb) plus 5 dot ukuran S, karena kalau kita beli botol di dalamnya dot yang diberikan adalah ukuran L. Jadi ya yg dot L disimpan dulu dan dipakai saat Emir 8 bulan.


Dot pigeon sebaiknya diganti ukurannya menyesuaikan dengan kemampuan hisap anak. Bisa dilihat di brosur kemasan botol atau cek di sini.


Selama ini Emir dari umur 1-3 pakai dot ukuran S, 3-7 bulan dot ukuran M, mulai 8 bulan dot ukuran L dan dipasang regulator. Alhamdulillah selalu happy minum ASIP dan ga bingung puting.

Rabu, 09 April 2014

Breastpumping with Medela Harmony

Di kehamilan 8 bulan, mulai cari-cari peralatan untuk pompa ASI. Diawali dengan breastpump atau pompa ASI, bingung ya mau pakai yang mana, karena katanya pompa ASI cocok-cocokan, jadi baiknya kita tes drive dulu dengan pinjam punya sepupu, medela harmony. Ternyata cocok, bisa pompa ASI banyak, ga sakit, dan nyaman. Akhirnya sewaktu Emir 5 bulan kita beli deh medela harmony (550rb) di online shop. Memutuskan beli karena pompa ASI nya harus dikembalikan, berhubung sepupuku juga sedang mau melahirkan anak kedua. 

Drama medela berawal karena sering cuci, sikat, sterilizer terjadilah robek membran medelanya, walhasil di tempat kerja mau mewek karena payudara sudah bengkak tapi ga bisa pompa, rasanya pengen pulang aja, hiks. Pulang ke rumah dan aku lupa taruh cadangan membran itu dimana. Bingungnya selangit, gimana kan besok harus pompa, mau beli online tapi kan ga mungkin sampai cepat, mau beli ke toko pun kayaknya ga sempat. Akhirnya diselotip dulu de membrannya untuk pompa besok. Besoknya pulang kerja langsung meluncur ke rumah sepupu untuk pinjam lagi membrannya. Pada akhirnya ga jadi beli karena ketemu juga membran cadangan itu. Jadi sekarang kalau cuci, bagian membran dan tempat kuning itu ga aku cabut karena khawatir robek lagi.

So, jadi ini list peralatan perang untuk pompa ASI:
  • Breastpump medela harmony
  • Tempat makan untuk menaruh breast pump
  • Botol kaca ASIP
  • Cardigan lebar yang disulap menjadi nursing apron
  • Cooler bag
  • Ice Gel

Botol kaca aku beli 60 buah di pasar pramuka seharga 100rb, cooler bag skiphop lion hadiah dari bos suami, ice gel juga hadiah dari teman kerja suami, cardigan lebar pun hadiah. Alhamdulillah, rezeki Emir.


Review Clodi Babyland

Dari hamil memang sudah niat mau membeli cloth diaper (clodi). Alasan utama sih demi penghematan beli pospak. 3 bulan awal selama cuti memang karena aku di rumah terus jadi Emir belum dipakaikan pospak or clodi di siang, hanyatiap malam sekitar jam 9 or 10 sebelum tidur dipakainya. Clodi pertama dapat dari hadiah, merknya libby. Lumayan enak dipakai, awet sampai pagi, walaupun kelihatannya bahannya panas.

Akhirnya setelah lihat-lihat online shop, belilah 2 clodi anandapers buatan dalam negeri di davarashop.com. Dipakai Emir tiap malam juga, sayang belum cocok karena kelihatan bulky,cepat tembus dan bau pesing padahal baru sekali pipis.

Kalau mau beli clodi itu memang baiknya cari-cari review dulu ya. Googlinglah dan tertarik dengan clodi babyland. Cari-cari harga dapat yg menarik hati di hilmashop.com, beli 7 clodi babyland yang sudah termasuk 1 insert di dalamnya (@62rb). Jatuh hati dan cinta banget sama babyland, pas dipakai, motif oke, daya serap juga ok. Sampai Emir 8 bulan masih oke dan selalu cuci kering pakai. 




Rencana dari Emir 4 bulan mau stok 3 clodi babyland lagi, tapi apa daya, makin besar makin banyak kebutuhan Emir yang harus dipenuhi dulu. Insya Allah bulan ini bisa terbeli ya 3 clodi itu, pake clodi itu super duper hemat soalnya.

Sampai usia 4 bulan memang Emir cuma pakai clodi kalau malam mau tidur dan kalau pergi weekend. Di usia 5 bulan campur dengan pospak, karena kalau ditinggal kerja dan titip mama, Emir dipakai pospak. Berhubung mama repot kalau Emir pakai clodi, ya sudahlah mengalah, yang penting mama bisa jaga Emir dengan aman, nyaman, dan ga ngerepotin. Sampai usia 6 bulankalau sedang seharian bersamaku, meskipun pergi diusahakan full clodi. Tapi yang setelah 6 bulan dan kalau pergi ada tambahan gembolan berupa MPASI, jadi akhirnya kalau pergi sekarang pakai pospak. Karena repot banget ya kalau pergi harus bawa tas salin baju, tas makan, trus ditambah wetbag. Lumayan juga mengurangi volume tas salin baju karena kalau bawa clodi kan tebal. Jadi realistis aja deh, hehe.

Jadi dalam sehari Emir pakai 3-4 clodi dan 2 pospak. Pospak dan clodinya diganti tiap 4 atau 5 jam sekali. Tapi kalau sudah tembus, bau pesing tercium, or pup ya langsung diganti. Pakai clodi itu emang hematttt banget. Jadi dalam sebulan aku dan suami belanja bulanan cuma beli pospak isi 40, pengeluaran sebulan untuk pospak sekitar 66rb saja. Biasanya pospak aku pakai mamypoko pants standar, tapi pernah beli sweety karena stok mamypoko pants habis, karena cari yang isi 40 dan harga sekitar 66rb juga. Sesuai niat awal, hemmmmattt.


Kamis, 27 Maret 2014

Emir Goes to Jungleland

Ini acara milad kantornya Papa Emir, kita pergi ke Jungleland, Sentul, Bogor. Acaranya bulan Desember 2013, Emir umur 4 bulan. Barang yang kita bawa 1 ransel dan 1 kereta bayi. Kita ke jungleland naik bis dari kantor.

Kalau untuk review, Jungleland tempatnya bagus, rest areanya banyak, mainannya pun banyak dan beragam, ada mainan yang versi dewasa, versi anak-anak tanpa orang tua, versi anak dengan orang tua, kalau di Dufan kebanyakan kan untuk remaja ke atas aja. Kita bertiga cuma sempat naik kereta lokomotif dan kincir angin, karena sebelumnya memang ada acara pentas dari kantor, dipotong makan siang, sholat, dan Emir nyusu. 

Kesan yang kurang enaknya sih karena di sana betul-betul ruang terbuka dan jarang pohon, jadi panasss banget, padahal itu lokasinya di kaki gunung, jadi Emir sempat rewel karena panas. Selebihnya seperti biasa, selalu menyenangkan berpetualang bertiga. Oya waktu pulang kita tebus foto kita yang diambil fotografer resmi jungleland waktu kita datang, mahal sih, 100 ribu, tapi supaya ada kenangannya kan, jadi kita ambil deh 1 foto.








Rabu, 26 Maret 2014

Emir first trip..


Ini pertama kalinya Emir pergi jauh dari rumah, ke Bogor pelosok. Emir masih bayi banget, 2 bulan, ubun-ubunya aja masih denyut-denyut. Tapi gapapa, ini kan pengalaman tersendiri untuk Emir, Papa, dan Ibu. Kita berangkat sekitar pukul 9 naik mobil kantor Papa Emir, karena kebetulan memang acara dari kantor Papa. Alhamdulillah namanya bayi 2 bulan ya, kerjaannya tiduuuur terus, bangun, nyusu tidur lagi. Untungnya prepare selimut dan topi, karena kan ac mobil lumayan dingin, dan tempat tujuan kita pun ternyata dingin dan berangin. 

Sampai di sana, aku dan Emir stay terus di gazebo pinggir kolam pemancingan, secara Emir tidur ga bangun-bangun. Papa Emir dan pasukan lainnya langsung sibuk mancing, walaupu ternyata papa Emir ga jago mancing, beberapa kali cuma dapat ikan sepat kecil-kecil. Siang kita langsung makan lesehan yang sudah disediakan dari pemilik pemancingan yang memang salah satu pegawai di kantor suami, lanjut acara tukar kado dan perpisahan dengan bos suami yang memang akan dipindahtugaskan, solat, foto-foto, pulang deh.
 
Perjalanan pulang macetttt banget. Namanya ibu menyusui menderita banget kalau kelaparan, cuma bisa diganjal gorengan pinggir jalan. Besok berarti perbekalan ibunya pun harus banyak kalau mau jalan-jalan lagi, karena kan sepanjang jalan harus menyusui terus, bawaannya laperrr luarr biasa. Tapi selalu deh, kalau pergi bertiga itu kenangannya selalu ada.
 
Pondok Pemancingan, Bogor, 2013