forum diskusi ibu hamil, blog, artikel, serta website yang membahas seputar kehamilan,melahirkan, & merawat anak sangat membantuku melewati semua masa itu. Terinspirasi, terciptalah blog ini sebagai media sharing pengalaman, semoga bermanfaat..
Tampilkan postingan dengan label Emir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Emir. Tampilkan semua postingan
Minggu, 31 Mei 2015
Emir On The Playground
Dua
playground cuma-cuma yang bisa dimainkan Emir, karena kebetulan dua-duanya ada
di tempat kerjaku, tempat kerja yang lama dan yang baru. Bisa gratis main di playground yang bagus
dan proper di Jakarta ya Alhamdulillah kan, secara kalau playground di
taman Cuma sedikit permainannya dan kurang oke, hihi. Minimal kalau mau main di playground yang gratis kita
makan dulu di restoran cepat saji yang ada playgroundnya.
Jumat, 10 April 2015
Ngesot, (Insya Allah) Ga Masalah..
Emir itu ga merangkak, ngesot. Agak-agak horor
sebenarnya, karena dengar banyak hal tentang pentingnya merangkak dan
lain-lain. Tapi diajarin bagaimanapun anaknya ga bisa merangkak juga. Jadi ya
pasrah deh menikmati perkembangan Emir tanpa mengalami masa merangkak.
Rencananya sih nanti kalau sudah lancar jalan dan gerak yang lain-lain, kita
remedial merangkaknya ya.
Bukannya berusaha denial atau bagaimana, tapi
Alhamdulillah selama ini dari segi motorik dan lain-lain semua oke-oke aja.
Semakin kesini pun banyak yang cerita kalau beberapa anak mereka ngesot juga.
Jadi ya ngesot itu bukan 1:1000 gitu, tapi mungkin 1:3.
Plusss, ya lihat dari yang ada di depan mata aja, om nya
Emir, adikku yang nomor dua juga ngesot dan ga merangkak, tapi Alhamdulillah
sampai sekarang ga ada masalah dari segi fisik, emosi, atau kemampuan berpikir.
Sekarang om Faiz malah jadi anak UI teknik. Ya jadi (sambil komat kamit baca
doa) insha Allah ngesot itu ga masalah ya, karena sampai sekarang Alhamdulillah
aku ga menemukan sesuatu yang lain atau berbeda dari Emir.
Minggu, 28 Desember 2014
Emir Si Tukang Ngoceh
Walaupun sampai 16 bulan ini Emir belum bisa jalan, tapi alhamdulillah ocehannya luar biasa banyak, lumayan jelas, dan banyak kosa kata yang Emir bisa dan mengerti. Jadi kalau ajak Emir ngobrol lumayan nyambung dia, asik kan.
Sayang banget lupa kapan pertama kali Emir bisa ucapin kata pertamanya, hiks. 'Papa' itu kata pertama Emir , fasih, lancar, dan jelas. Pastinya itu buat ibunya super jealous. Karena Emir baru bisa bilang ibu lamaaa.. setelah dia bisa banyak kata, baru Emir bisa bilang ibu, itupun setelah lihat iklan sunlight, hiks. Tapi mungkin karena lama bisa bilang ibu itu, setiap Emir sebut ibu, rasanya seneeeeeng, ayem, tentram banget (apa sih), hihi.
Ini dia daftar kosa kata Emir (16 bulan):
Keluarga
- papa
- kakek
- nenek
- ical = om faisal
- kek = bapake, yang bantu-bantu di rumah
- ia = mba tia, yang bantu-bantu di rumah
- ibu
- ish = om faiz
- nyanya
- kakak (semua yang lebih besar dipanggil kakak)
- fika = afika, sepupu
- wafa (tante Emir umur 3 tahun)
- can = abang hasan
- mar = abang umar
- li = nenek lili
- ti = yang ti
- kung = yang kung
- ti = aunty
- kel = uncle
- mbah
- mi = umi
- bi = abi
- dede (sebut diri sendiri)
- emir
Nama Binatang
- ayam
- cicak
- ci = kelinci
- oa = kecoa
Suara Binatang
- mbek (suara kambing)
- moo (suara sapi)
- u uu u.. (ayam berkokok)
- am (suara singa)
- krik krik krik (suara jangkrik)
- meng meng (suara kucing)
- hahaha (suara ayam ketawa)
Kata-kata yang lain
- bur = bubur
- tong = potong (setiap lihat pisau atau ada orang potong
- allahu akbar
- uang = pulang
- gi = lagi
- ja = kerja
- mam = makan/ makanan
- susu
- nen
- tipi = TV
- ka = buka
- ci = kunci
- ica= ga bisa
- kum = assalamualaikum
- ndi = mandi
- ci = cuci
- jatuh
- tok tok
- uwa iga = dua tiga
- to = foto
- dadah
- get = kaget
- pas = kipas
- mpu = lampu
- ngeng ngeng (ajak pergi naik motor)
- yo = ayo
- da = sepeda
- io = video
- ntong = entong ( kartun si entong)
- wo = jarwo ( kartun sopo jarwo)
- pin pin = upin ipin (kartun upin ipin)
- des, shh hah = pedes shh hah
- bobo
- bat = obat
- ti = mati
- be = bab / pup
- pish = pipis
- tu = sepatu
- pi = topi
- cang = pisang
- tut tut tut = naik kereta api tut tut tut (lagu)
- dar = dor ( meletus balon hijau dor)
- ti = ganti
- dah = udah
Alhamdulillah banyak kan, kita pun bisa mengerti karena Emir bicara sambil tunjuk atau melakukan sesuatu. Kalau kita ajak bicara, meneruskan kata, atau lagu juga sudah mantap. Merangkai beberapa kata pun sudah mulai bisa; papa bobo, papa ngeng ngeng, bu be ( ibu, Emir bab), oa ti yah (kecoa mati yah), cicak cicak di dinding (lagu), ica uka ci (ga bisa dibuka dikunci), tipi ti (tv mati), tok tok kum (tok tok assalamualaikum). Seru deh, karena Emirnya juga ceriwis, jadi pasti ngoceh terus setiap saat.
Mudah-mudahan semakin besar kosa katanya semakin banyak, semakin jelas pengucapannya, dan bisa merangkai lebih banyak kata ya Mir..
Selasa, 23 Desember 2014
Apa Kabar Emir? [16 bulan]
Umur Emir sudah 16 bulan, belum bisa jalan sih, hiks. Tapi alhamdulillah udah merembet-merembet plus manjat-manjat, kalau lihat yang bisa jadi pegangan pasti berdiri, rembetan, kalau bisa dipanjat dan didudukin, ya makin happylah dia. Jagainnya mulai kepayahan dan ga bisa ditinggal, meleng sedikit lagi asik pencet-pencet dispenser, meleng sedikit rubuhin jemuran, meleng sedikit ada di ujung kasur, seru bangettt, hahaha.
Beratnya hampir 10 kg, beberapa minggu lalu timbang sekitar 9,6 kg. Alhamdulillah makannya sudah lep lep, dan mau makan apa aja, ga kayak dulu yang buat ibunya mau nangis kalau tiap jam makan. Sekarang bisa makan 1 mangkok bubur 5-10 menit, tapi harus sambil nonton video lagu atau kartun anak-anak yang didownload di handphone, yah daripada dulu kan, yang bisa sampai 1 jam untuk habis 1 mangkok kecil bubur, gapapa lah ya cuma modal sedikit memori di handphone, hihi.
Kalau soal ngomong itu baru nomor 1, ngocehnya superrrr banyak, kosa katanya juga banyak, yang satu ini, perlu sesi sendiri untuk diceritain.
Kata orang sih memang pasti salah satu, kalau bisa jalan duluan, bisa bicaranya belakangan, atau sebaliknya. Yaa pokoknya sih aku dan suami ikutin perkembangan Emir aja, ga terlalu paksa latihan jalan atau gimana, selama Emir juga ada perkembangan insya Allah semua ga masalah. Karena sempat tanya-tanya juga dengan ibu-ibu yang lain ternyata ga perlu khawatir berlebihan kok kalau masalah jalan ini, bidan tempat kita cek Emir juga bilang hal yang sama. Jadi ya kita latih Emir dan doa super banyak.
Kembali ke soal makan, alhamdulillah bisa setahun tanpa garam gula, walaupun sempat kecolongan sedikit waktu pulang kampung 5 hari, karena bingung urusan makannya, plus orang-orang kan anggap Emir sudah besar, secara waktu itu umurnya satu tahun kurang 2 minggu, jadi ya pasrah deh waktu pulang kampung itu, suapin Emir pakai nasi dan sop atau soto yang pasti pakai gula, garam, dan penyedap, hiks. Kalau akunya rewel, bisa dianggap aneh kan, serba salah deh, tapi ya untung cuma 5 hari, plus untung waktu itu Emir belum doyan makan, hihi.
Setelah 1 tahun aku lebih bebas soal makanan Emir, tapi ya ga blas gitu aja, masih dipantau juga, diusahakan banget banget ga makan yang berMSG. Kalau makan nasi, porsinya gak bisa terlalu banyak, jadi setiap hari kita beli bubur sehat deh setiap hari, dibagi 3 porsi, ditaro di kulkas untuk 3 kali makan. Tapi kalau aku sedang makan nasi, Emir juga ikut makan. Srnangnya juga sekarang semua tipe makanan bisa digigit dan dikunyah.
Soal nen ASI, masih tetepp jagonya. Alhamdulillah deh, masih hobi ASI, insya Allah bisa sampai 2 tahun.
Soal diaper, udah ga bisa pakai clodi, clodinya dipakai buat cadangan kalau tengah malam pospaknya penuh. Secara ya, dari bayi Emir memang tipe super wet, alias pipis terus, makin besar makin banyak aja pipisnya. Srkarang kalau pakai clodi, 1 jam udah tembus sana sini, jadi kita pakai pospak deh, satu hari bisa sekitar 4 kali ganti pospak.
Lihat perkembangan anak itu luar biasa bangett ya, semua pokoknya terbayar kalau lihat tiap hari ada hal baru yang Emir bisa. Insya Allah bisa terus didik dan rawat Emir dengan sebaik-baiknya, Amin..
Kata orang sih memang pasti salah satu, kalau bisa jalan duluan, bisa bicaranya belakangan, atau sebaliknya. Yaa pokoknya sih aku dan suami ikutin perkembangan Emir aja, ga terlalu paksa latihan jalan atau gimana, selama Emir juga ada perkembangan insya Allah semua ga masalah. Karena sempat tanya-tanya juga dengan ibu-ibu yang lain ternyata ga perlu khawatir berlebihan kok kalau masalah jalan ini, bidan tempat kita cek Emir juga bilang hal yang sama. Jadi ya kita latih Emir dan doa super banyak.
Kembali ke soal makan, alhamdulillah bisa setahun tanpa garam gula, walaupun sempat kecolongan sedikit waktu pulang kampung 5 hari, karena bingung urusan makannya, plus orang-orang kan anggap Emir sudah besar, secara waktu itu umurnya satu tahun kurang 2 minggu, jadi ya pasrah deh waktu pulang kampung itu, suapin Emir pakai nasi dan sop atau soto yang pasti pakai gula, garam, dan penyedap, hiks. Kalau akunya rewel, bisa dianggap aneh kan, serba salah deh, tapi ya untung cuma 5 hari, plus untung waktu itu Emir belum doyan makan, hihi.
Setelah 1 tahun aku lebih bebas soal makanan Emir, tapi ya ga blas gitu aja, masih dipantau juga, diusahakan banget banget ga makan yang berMSG. Kalau makan nasi, porsinya gak bisa terlalu banyak, jadi setiap hari kita beli bubur sehat deh setiap hari, dibagi 3 porsi, ditaro di kulkas untuk 3 kali makan. Tapi kalau aku sedang makan nasi, Emir juga ikut makan. Srnangnya juga sekarang semua tipe makanan bisa digigit dan dikunyah.
Soal nen ASI, masih tetepp jagonya. Alhamdulillah deh, masih hobi ASI, insya Allah bisa sampai 2 tahun.
Soal diaper, udah ga bisa pakai clodi, clodinya dipakai buat cadangan kalau tengah malam pospaknya penuh. Secara ya, dari bayi Emir memang tipe super wet, alias pipis terus, makin besar makin banyak aja pipisnya. Srkarang kalau pakai clodi, 1 jam udah tembus sana sini, jadi kita pakai pospak deh, satu hari bisa sekitar 4 kali ganti pospak.
Lihat perkembangan anak itu luar biasa bangett ya, semua pokoknya terbayar kalau lihat tiap hari ada hal baru yang Emir bisa. Insya Allah bisa terus didik dan rawat Emir dengan sebaik-baiknya, Amin..
Selasa, 07 Oktober 2014
Emir's first birthday..
Ulang
tahun pertama Emir kita ingat menjadi 2 tanggal, yang pertama berdasarkan
kalender hijriyah, yaitu 27 Ramadhan, yang kedua kalender masehi, tanggal 6
Agustus. Di kedua tanggal ulang tahunnya itu yang heboh ibu, papa, nenek, dan
para om. Semua berusaha kasih tau Emir kalau sekarang Emir sudah 1 tahun. Papa
Ibunya lebih heboh karena sibuk upload foto, ucapan, dan doa di path, facebook,
dan status BB.
Horrree,
Emir sudah semakin besar.. Semoga Emir selalu sehat, jadi anak cerdas, taat
beribadah, taat pada Allah, taat dan sayang orang tua, menjadi kesayangan semua
orang, memiliki banyak keahlian baik, berpendidikan tinggi, berakhlakul
karimah, selalu bahagia dunia akhirat..Amiin.
Jumat, 01 Agustus 2014
Emir Pulang Kampung
Lebaran
2014 ini keluarga besar suami pulang kampung ke Delanggu, Yogyakarta. Jadi Emir pun pulang kampung. Kita
berangkat hari lebaran ke-2 jam 3 pagi. Harapannya supaya ga kena macet mudik,
tapi ternyata.. berangkat macet, pulang pun macet parah. Kita berangkat hampir
25 jam perjalanan, dan pulang sekitar 2 hari 2 malam. Buatku rasanya ga terlalu capek atau bagaimana, tapi ga layak banget kita mudik dengan mobil innova dengan 6 orang dewasa, 2 remaja, dan 2 balita, sumpek banget, duduk aja susah. Tapi ya sudah, perjalanan pasti lebih merana kalau ga dinikmati kan..
Di kampung kita sekitar 5 hari. Lumayan lama ya, kakek nenek Emir di Jakarta kangennya ga kebendung sama Emir, belum pernah ditinggal Emir lama-lama soalnya, cucu pertama pula. Perlengkapan yang kita bawa 1 tas besar, 1 ransel kecil, 1 tas jinjing kecil, lumayan ringkas. Kita memang prepare pakaian untuk 5 hari 5 malam, baju dan perlengkapan renang, perlengkapan sholat, perlengkapan mandi, dan makanan kecil.
Alhamdulillah selama di mobil, walaupun macet parah, Emir ga terlalu rewel. Entah kenapa kalau masuk mobil Emir pasti minta nyusu dan tidur. Di kampung pun Emir senangnya luar biasa, karena memang Emir penggemar hewan, jadi seneng banget bisa lihat bebek dan kerbau di ngangon lewat depan rumah buyutnya. Bagian mandi di kali tiap pagi dan sore juga senang banget.
Di sana, kita bertiga tiap malam wisata kuliner murah di sekitar Pasar Delanggu. Pertama kita makan lesehan di depan pasar delanggu. Tertarik karena tulisan harga di spanduknya. Dari kiri ke kanan di foto baris pertama sebelah kiri: soto kwali (1rb) sop manten (2rb), sop matahari (3rb). Untuk soto kwali sudah ada nasi di dalamnya, memang porsinya sedikit, tapi lumyan enak untuk sekedar ganjal perut, tempatnya pun ramai pembeli. Di foto baris kedua sebelah kiri juga sama soto kwali, cuma beda tempat, harganya pun lebih mahal seribu, tapi lebih enak memang rasanya dan lebih ramai dari tempat yang sebelumnya.
Kalau ini mie jawa 10rb yang porsinya buanyak banget, 1 piring cukup untuk berdua. Tempatnya di depan pasar delanggu malam hari, sebenarnya dia model pedagang gerobak, tapi kita bisa duduk lesehan, tempat ini pun lumayan ramai. Mie jawa ini nama tempatnya: Sore-sore punya gawe, lucu ya..
Ada lagi sate legendaris Mbah Kacung namanya. Tapi sekarang yang jualan anak dan menantunya. harga seposinya 12rb, sate 10 tusuk plus lontong. Tapi bagaimanapun lidah orang Jakarta ga terlalu suka sama sate ini karena bumbunya terlalu manis. Ternyata memang kalau sate di Yogyakarta rasa bumbunya manis, karena kita pun coba sate di tempat lain juga sama manisnya.
Sepulang dari kampung alhamdulillah kita bertiga semakin erat satu sama lain.
Selasa, 01 Juli 2014
Rabu, 26 Maret 2014
Emir first trip..
Ini pertama kalinya Emir pergi jauh dari rumah, ke Bogor pelosok. Emir masih bayi banget, 2 bulan, ubun-ubunya aja masih denyut-denyut. Tapi gapapa, ini kan pengalaman tersendiri untuk Emir, Papa, dan Ibu. Kita berangkat sekitar pukul 9 naik mobil kantor Papa Emir, karena kebetulan memang acara dari kantor Papa. Alhamdulillah namanya bayi 2 bulan ya, kerjaannya tiduuuur terus, bangun, nyusu tidur lagi. Untungnya prepare selimut dan topi, karena kan ac mobil lumayan dingin, dan tempat tujuan kita pun ternyata dingin dan berangin.
Sampai di sana, aku dan Emir stay terus di gazebo pinggir kolam pemancingan, secara Emir tidur ga bangun-bangun. Papa Emir dan pasukan lainnya langsung sibuk mancing, walaupu ternyata papa Emir ga jago mancing, beberapa kali cuma dapat ikan sepat kecil-kecil. Siang kita langsung makan lesehan yang sudah disediakan dari pemilik pemancingan yang memang salah satu pegawai di kantor suami, lanjut acara tukar kado dan perpisahan dengan bos suami yang memang akan dipindahtugaskan, solat, foto-foto, pulang deh.
Perjalanan pulang macetttt banget. Namanya ibu menyusui menderita banget kalau kelaparan, cuma bisa diganjal gorengan pinggir jalan. Besok berarti perbekalan ibunya pun harus banyak kalau mau jalan-jalan lagi, karena kan sepanjang jalan harus menyusui terus, bawaannya laperrr luarr biasa. Tapi selalu deh, kalau pergi bertiga itu kenangannya selalu ada.
Pondok
Pemancingan, Bogor, 2013
Minggu, 02 Februari 2014
Here come the baby boy
Kronologi kelahiran Emir:
Senin 5 Agustus 2013, setiap ingat hari itu, ya Allah seharian
muter-muter Kemang-Cililitan-Bangka-Mampang-Kemang-Bangka-Kemang-Cililitan dari
siang samapai tengah malam, bonceng motor pula, cari kepastian harus bagaimana.
Sampai sekarang masih merinding, takjub, terharu, bersyukur kalau ingat
kejadiannya, semua seperti skenario film. Entah bagaimana kalau sampai semua
terlambat, atau ambil jadwal USG di hari Rabu, atau ikut saran yang salah.
Alhamdulillah wa syukurillah Allah yang jalankan pikiran ini untuk cek ke situ
ke sana.
Kronologi di mulai di pagi hari, perut rasanya udah penuh banget,
telapak kaki bengkak semua, tulang panggul sakit. Tapi karena sama sekali ga
merasa mulas, pecah ketuban, atau apapun jadi ya lanjut aktivitas seperti
biasa.
- 5.30
jalan pagi bersama suami
- 9.00
belanja bak mandi bayi di pasar
- 13.30
berangkat ke RSIA Restu Kasih Cililitan untuk USG (rekomendasi bidan,
USG di bidan libur karena cuti lebaran)
- 15.00
USG, hasil USG menyatakan kehamilan 40 minggu, berat bayi 3,4 kg, air
ketuban tinggal 6 iou yang artinya tinggal setengah, harus dilakukan
tindakan hari ini atau paling lambat besok. Lalu lanjut tes CTG untuk
melihat kondisi detak jantung bayi, detak jantung masih normal. Dianjurkan
kembali ke bidan karena merupakan pasien rujukan.
- 16.30
sampai di tempat praktek bidan, dianjurkan melakukan tindakan secepatnya
di rumah sakit, karena sekarang bidan sudah tidak diperbolehkan melakukan
tindakan di tempat prakteknya.
- 19.30
ke PUSKESMAS untuk meminta rujukan ke RS, pihak PUSKESMAS menyarankan
untuk menunggu 1 minggu.
Pulang ke rumah dalam keadaan bingung, nangis mewek-mewek di depan
mama. Kenapa anjurannya beda, ada yang harus ambil tindakan hari itu juga, ada
yang tunggu satu minggu. Itu nangis mewek-mewek sesengukan kayak anak kecil.
bukan karena sakit atau kenapa, lebih karena bingung harus bagaimana dan apa.
Mama kasih saran untuk cek ulang, minta second opinion di klinik bersalin yang
kebetulan masih kenalan.
- 20.30
USG & cek ulang di klinik bersalin, air ketuban di bawah 6 iou artinya
sudah di bawah batas normal, dianjurkan langsung tindakan operasi caesar
malam ini
- 21.00
kembali ke bidan untuk minta rujukan melahirkan ke RSIA Restu Kasih
Cililitan
- 22.30
sampai di RSIA Restu Kasih Cililitan. Jadwal Operasi caesar jam 23.00,
tetapi karena belum puasa 12 jam sebelum operasi diberikan 2
pilihan, caesar dengan resiko muntah saat operasi atau CTG ulang untuk
lihat kondisi detak jantung bayi, jika memungkinkan operasi
dapatditangguhkan setelah 12 jam puasa dan dilakukan besok jam 5 pagi
- Dari
hasil CTG, detak jantung masih normal, memutuskan untuk operasi besok pagi
Perasaan saat itu jauuuuh banget dari rasa takut. Saat itu yang
ada dalam pikiran cuma bagaimana caranya bayi ini harus keluar dengan selamat.
Disuntik dan masukkin selang pun ga berasa apa-apa. Bermalam di rumah
sakit menunggu operasi besok bersama suami, mama, adik-adik rasanya campur
aduk. Lihat muka mama dan adik-adik yang mereka bahkan cuma bisa diam ga
ngomong, mungkin khawatir atau takut, dan muka suami yang datar dan tenang
ituuuu.. duh susah deh dijelaskan dengan kata-kata, karena memang keadaan waktu
itu serba mendadak dan cepat. Siapa sangka harus operasi caesar dan siapa
sangka ketuban sudah habis entah bagaimana.
Selasa, 6 Agustus 2013
- 05.40
operasi caesar
Masuk ruang operasi dengan tenang, dokter semua baik dan
menenangkan, tapi ya.. ruang operasi itu dingiiiiiiin banget, karena ruang
steril kan ya, sampai waktu operasi tangan itu gemeteran, campuran antara takut
dan dingin. Lagi-lagi suntik bius epidural yang kata orang itu sakit, kok ya ga
berasa apa-apa, saking udah kebas kali ya perasaan, yang penting dede bayi
harus keluar sekarang, sehat selamat, cuma itu yang waktu itu penuhin pikiran.
- 06.07
lahirlah Emir Arzu Ismail dengan BB 3,4 kg dan panjang 49 cm
Pada akhirnya aku percaya bahwa ini semua takdir Allah, kita
dipersatukan, dipertemukan, dan dipercaya untuk mendidik, menjaga, dan
membesarkan Emir. Doa banyak orang pula yang aku dan suami percaya memudahkan
langkah kami dua hari itu untuk kesana kemari, membukakan pikiran kami untuk
ambil keputusan itu dan ini. Memang dari awal hamil, kalau ada yang tanya,
selalu di ujungnya aku dan suami sisipkan titip doa "doain sehat, selamat,
lancar ya selama hamil sampai melahirkan." Kumpulan ucapan
"Amin" itulah yang pasti mempermudah semua. Pokoknya kalau ingat hari
itu, jadi mellow gitu deh, hihi..

Banyak pembelajaran ya dari hamil sampai melahirkan anak pertama.
Jelasnya sekarang kalau di trisemester terakhir harus rajin USG, waktu itu aku
sempat lewat 1 minggu USG. Pastinya sekarang ga lagi deh kepikiran persalinan
gratis, ga worth it banget dengan kehilangan (hii,jangan sampe) apa yang kita
tunggu, rawat selama 9 bulan. Kumpulin duit yang banyak dulu sebelum rencana
punya adik buat Emir, hehe.. Yang pasti, semua harus jadi pembelajaran ke
depannya kan..
Langganan:
Postingan (Atom)











































