Rabu, 26 Maret 2014

Review Susu Hamil-Menyusui & Susu Bayi

Memang susu itu bukan asupan utama  buat ibu hamil atau menyusui. Tetapi ya karena memang doyan banget sama susu, dan dipikir-pikir daripada minum yang ga jelas atau minum susu yang lebih banyak gulanya, ya sekalian aja minum susu hamil ketika hamil dan susu ibu menyusui.

Susu Hamil
  • Lactamil Awal Kehamilan
       Awal beli lactamil adalah karena harganya lumayan, waktu itu sekitar 51.000 untuk ukuran 400ml, dan saat itu sedang promosi dapat souvenir shaker lock & lock. Selama mengonsumsi lactamil sudah hampir 10 botol terkumpul, lumayan. Pada awalnya beli yang rasa madu, di dalamnya ada rasa jahenya. Ternyata jahe itu memang untuk mengurangi mual. Karena kurang suka dengan rasanya akhirnya beralihlah ke rasa coklat yang menurutku rasanya enak banget.
        
                                  
  • Lactamil Masa Kehamilan
        Masih yang rasa coklat, diminum sehari 3x untuk yang kemasan lama, kalau kemasan baru dikonsumsi 2x sehari.


Susu Menyusui
Saat menyusui mengonsumsi lactamil ibu menyusui rasa coklat. Tetapi kemudian, lactamil berubah menjadi kemasan baru yang mana harganya juga ikut naik dan sulit (belum pernah ketemu) untuk cari yang ukuran 400 ml. harga 200 ml sekitar 30.500, lalu sekrang naik 35rb. Sempat sebulan ga konsumsi karena keuangan negara tidak memadai dan akhirnya minum energen, tetapi akhirnya kembali lagi mengonsumsi karena Emir itu doyan dan hobi banget minum ASI, jadi ya kembali minum lactamil ini sebagai penambah asupan untuk ASI yang diminum Emir.
                                        Kemasan Lama                Kemasan Baru (versi coklatnya)

Susu Formula Bayi Usia 6-12 bulan
Karena selama bekerja cuma sempat pompa ASI sekitar 200ml sehari, dan selama ditinggal kerja Emir minum susu 300-400 ml, jadi ya dibantulah dengan susu formula dimulai umur 6 bulan. Alhamdulillah sampai 4 bulan stok ASIP masih bisa memenuhi kebutuhan Emir, mulai masuk bulan kelima, pompa abis-abisan, sampai sewa jasa adik untuk jadi kurir ASI kantor-rumah. Akhirnya kelelahan satu bulan kuras tenaga pumping, berpikirlah untuk bantu susu formula. 

Konsumsi susu formula itu cocok-cocokkan, beli susu formula pertama, Emir langsung buang-buang air. Menyesal juga ga sempat lihat-lihat komposisinya yang ternyata mengandung gula, padahal niat untuk tidak memberikan gula-garam. Tapi untung Emir ga cocok dan cuma sempat minum selama 5 hari. Lalu beralihlah ke Lactogen 2, cocok untuk pencernaan Emir dan tidak mengandung gula. Selalu beli yang ukuran 750 gram untuk 1 bulan, harganya di susu keluarga 76rb, kalau di Alfamart 81rb. Di dalamnya ada takarannya, dimana 1 takaran dicampur dengan 30 ml air panas/hangat. Biasanya Emir untuk sekali minum 2 sendok takar ditambah 60 ml air. Jadi selama ditinggal kerja minum ASIP 2x90ml dan lactogen 3x60 ml. 


Selasa, 25 Maret 2014

Kotak P3K Emir

Berusaha sekuat tenaga dan pikiran sampai usia 6 bulan untuk tidak memberi obat yang masuk ke mulut buat Emir. Alhamdulillah berhasil.. Cuma 2-3 kali minum paracetamol setelah imunisasi.

Memang kalau anak sakit tu rasanya bingung, pusing, stress, sedih, dan doa super banyak. Alhamdulillah Emir sampai 6 bulan, sakit yang dialami pilek batuk 2 kali, dan bisul-bisul (duh), ternyata dulu waktu kecil pun kata mama aku bisulan juga, walah ga enak banget menurunkan penyakit bisul ke anak sendiri, hehe. 

Pilek
Pertama kali emir pilek kalau ga salah waktu 2 bulan, kasihan banget liat Emir susah nafas, ingusan, dan susah nyusu, karena kan mampet ya. Pertama kali ini Emir sakit, paniknya luar biasa, haha. Karena ga mau minumin obat ke Emir, akhirnya ikut anjuran mama, parut bawang merah tempel di ubun-ubun dan dibalur di badan, ampuh deh, sampai sekarang kalau Emir mulai ingusan langsung parut bawang merah. 



Siangnya habis searching-searching di google, langsung cari nose cleaner, transpulmin BB, pure baby decongestant oil di apotik. 
So..

  • Nose Cleaner merk pigeon, harga sekitar 67ribu, caranya buka tutupnya tekan pompanya, masukkan alatnya ke hidung, lepas pompanya, tarik, ingusnya keluar deh. Luamayan ampuh buat ngeluarin ingus. Mulai usia 4 bulan kadang Emir dah ga mau dimasukkan ini, kalau dulu kan masih pasrah aja.
  • Transpulmin BB, lupa harganya berapa, seingatku sih 25 ribu. Ini ampuh banget buat Emir, sampai sekarang kalau batuk pilek langsung oles ini di dada dan leher. Aromanya bikin hangat dan nyaman.
  • Pure baby decongstant oil, waktu beli awal harga promosi 28 ribu, sekarang 40rb. Ini juga ampuh banget sampe Emir umur 7 bulan terpakai terus kalau mulai meler-meler. Caranya di tetes di bantal, tutup bantal dengan selembar kain. Aromanya seperti obat batuk, tapi membuat nyaman. Biasanya kalau habis cium aromanya Emir muntah keluar lendirnya, dan berangsur-angsur hilang batuk pileknya.
Batuk
Lihat anak batuk itu super ga tega, apalagi kalau lagi enak-enak tidur terus batuk dan bangun, kasian banget. Aku yang minum obat batuknya, pikiran sih, supaya bisa masuk juga lewat ASI yang diminum Emir, tapi ampuh de. Aku biasanya minum laserin, dulu waktu batuk saat hamil juga minum ini. Laserin itu memang aman untuk bayi, ibu hamil & menyusui. Oh ya kalau Emir sedang pilek aku juga minum Protecal solid, sama alasannya berharap bisa menambah daya tahan tubuh Emir kalau minum ASI. Protecal juga aman untuk ibu hamil dan menyusui. Awalnya dulu waktu hamil sempat minum CDR waktu pilek, tapi karena masalah harga walhasil waktu menyusui konsumsi protecal solid deh, aku lihat semua komposisi sama ko..
Bisul
Bisul pertama Emir itu super gede kira-kira waktu umur 4 atau 5 bulan, adanya di leher kanan, nangis dan rewel terus, mungkin karena nyut-nyutan. Lucunya dia ngerti kalau tidur jadi miring ke kiri supaya bantalnya ga kena bisul. Tapi setelah satu pecah, lalu muncul lagi satu atau dua, semuanya di sekitar leher. Tapi Alhamdulillah menginjak umur 7 bulan bisulnya pun sudah hilang dan bersih.
  • Salep Ichtyol. Konsultasi ke bidan dan diresepkanlah salep hitam ichtyol. Dioles itu bisul jadi cepat matang lalu pecah.
  • Bedak dingin. Sebenanya bedak dingin ini campuran air dan bedak salycil. Berbeda dengan salep icthyol, bedak dingin itu membuat bisulnya kering. Lebih enak pakai ini karena bisul tidak perlu tunggu besar dan pecah.
  • Lactacyd Baby. Ini dipakai ketika mandi, bisa sebagai pengganti sabun dan diusap ke bagian yang diinginkan, atau diteteskan ke air untuk mandi.
                                                  
  • Jadam. Ini obat tradisional dari daerah timur tengah untuk mengobati bisul atau darah kotor, bentuknya seperti arang. Awal berjodoh dengan jadam ini adalah karena bisul Emir yang hilang-tubuh, lalu berkonsultasilah kita ke saudara yang ahli pengobatan tradisional. Karena riwayat aku di masa bayi yang juga bisulan, menurut Pak Syams darahku kotor, lalu terbawa ke ASI yang diminum Emir, lalu dirujukkanlah jadam ini untuk aku minum dengan harapan darahku bersih begitupun ASI yang diminum Emir. Seperti laserin, ini diminum ibunya, rasanya? pahit luar biasa. Tetapi demi kesembuhan Emir, yuk mari diminum pake pisang. Awalnya jadam aku getok getok gerus supaya jadi butiran, lumat pisang, ambil setengah sendok makan, taburi jadam, tutup lagi dengan lumatan pisang, minum langsung pakai air. Ulangi beberapa kali. Alhamdulillah minum ini dan bisul Emir pun hilang tandas. 


Biang Keringat
Awal mula biang keringatnya muncul karena cuaca beberapa hari yang panass luar biasa. Munculnya di sekitar leher dan lengan. Kayaknya sih Emir memang alergi entah panas atau keringatnya sendiri, karena tiap cuaca panas luar biasa langsung deh muncul lagi. Biasanya aku pakaian lactacyd tiap mandi, bedak salicyl (3500), dan bedak dingin. Tapi setelah salicyl habis dan biang keringatnyauncul lagi, ternyata stok salicyl di toko obat kosong, akhirnya aku beli herocin baby (9rb), memang harganya lebih mahal,tapi volumenya juga 3 kali lebih banyak, dan ampuhhh bangettt, semenjak pakai itu Emir jaraaaaang bangettt biang keringatnya muncul lagi.


Ruam Popok
Ruam popok atau merah-merah di sekitar daerah pemakaian popok. Kalau muncul langsung oles baby cream dan ga lama hilang. Awalnya pakai baby cream pigeon, ini mantap banget. Lalu karena suatu hal, akhirnya baby cream pigeon andalan ini terpaksa dihibahkan dan papa Emir beli yang zwitzal baby cream. Zwitsal lebih cair dari pigeon, dan teteup pigeon lebih mantap kayaknya, tapi untuk sementara kita habiskan dulu yang zwitsal ini, nanti kalau habis dan masih perlu baby cream, pasti kembali beli yang pigeon. 


Panas-Batuk-Pilek
Pada akhirnya setelah 7 bulan, baru berani kasih obat ke Emir. Memang penyakit anak bayi itu panas-batuk pilek. Sebelum ke obat, aku tetap pakaian Emir bawang merah parut dulu kalau mulai panas or pilek, tetes pure baby di bantal kalau mulai pilek, dan oles-oles Transpulmin BB kalau batuk. Kalau sudah seharian dah masih begitu aja or tambah parah, akhirnya minum obat UNI baby's cough 1/2 sdt saja. Obat ini dosis rendah dan anjuran bidan. Tapi walau harganya kayaknya ko murah banget ya untuk obat dan bikin ragu (3rb), Alhamdulillah ampuh.



Minggu, 23 Maret 2014

A Happy Breastfeeding Moment

Sewaktu hamil memang banyak yang menganjurkan untuk memijat payudara dengan lap hangat, minyak kelapa, atau baby oil. Cuma ya memang waktu hamil itu bawaannya tiduuur teruss. Cuma sekali treatmant itu dijalankan, terus ya bablas, berat ke tidurnya.

Alhamdulillah waktu pertama kali mau menyusui di RS dibantu perawat langsung keluar, dan lumayan banyak sampai sekarang usia Emir 7 bulan masih rajin dan setia mompa setiap jam 12 siang di tempat kerja. Awal 3 bulan pertama cuti mompa untuk stok kalau ditinggal kerja, 3 bulan berikutnya masih untuk memenuhi stok kalau ditinggal kerja. Ketika Emir menginjak 6 bulan akhirnya terpaksa memilih campur susu formula. Kenapa pilih campur, karena ya produksi makin lama makin berkurang ya, dan waktu mompa yang semakin terbatas. Tapi selalu mompa setiap hari supaya tetap lancar dan tidak bengkak.

Proses menyusui sampai sejauh ini bagiku amat menyenangkan, apalagi setelah 6m+, emir kalau menyusui posisinya makin nempelll aja, sambil peluk, kakinya disangkutin, pokoknya minta dipeluk dan disayang banget. What a happy breastfeeding moment, pasti akan kangen masa ini nantinya.

Rabu, 05 Maret 2014

Perlengkapan Melahirkan

Dua minggu sebelum melahirkan, 2 tas sudah siap dipenuhi barang-barang. Segala barang untuk bayi dan untukku sudah ready untuk dibawa kalau tiba-tiba harus melahirkan. Namanya pengalan melahirkan pertama barang yang dibawa ya kebanyakan, tetapi ya Alhamdulillah berarti semua well prepare kan.

So, jadi inilah list barang yang aku dan Emir pakai selama 3 hari di rumah sakit.
  • 3 baju kancing depan untuk ibu
  • 4 kain bawahan, sebaiknya jangan yang seperti sarung, supaya mudah dipakai dan dibuka
  • 2 pak pembalut, waktu itu pakai charmn ultra night
  • Peralatan mandi ibu (sikat gigi, odol, sabun, facial wash)
  • peralatan make up ibu (sisir pelembab, bedak)
  • Baju bayi untuk pulang (baju, celana, kaok kaki, sarung tangan, topi, selimut)
Rasanya 1 tas pun cukup, itu pengalamanku melahirkan di RS ya, karena baju bayi setiap hari dipinjamkan dari RS nya.

Kalau nati persalinan anak keduamungkin akan aku tambahkan bawa pompa ASI. Waktu persalinan Emir memang ga terpakai, karena Alhamdulillah bisa langsung menyusui. Ini untuk prepare aja kalau ada masalah dengan proses menyusui, karena hasil curhat teman yang sewaktu melahirkan harus pompa ASI, tetapi terkena biaya sewa breastpump di RS.


Minggu, 02 Februari 2014

Here come the baby boy

Kronologi kelahiran Emir:
Senin 5 Agustus 2013, setiap ingat hari itu, ya Allah seharian muter-muter Kemang-Cililitan-Bangka-Mampang-Kemang-Bangka-Kemang-Cililitan dari siang samapai tengah malam, bonceng motor pula, cari kepastian harus bagaimana. Sampai sekarang masih merinding, takjub, terharu, bersyukur kalau ingat kejadiannya, semua seperti skenario film. Entah bagaimana kalau sampai semua terlambat, atau ambil jadwal USG di hari Rabu, atau ikut saran yang salah. Alhamdulillah wa syukurillah Allah yang jalankan pikiran ini untuk cek ke situ ke sana.

Kronologi di mulai di pagi hari, perut rasanya udah penuh banget, telapak kaki bengkak semua, tulang panggul sakit. Tapi karena sama sekali ga merasa mulas, pecah ketuban,  atau apapun jadi ya lanjut aktivitas seperti biasa.

  • 5.30 jalan pagi bersama suami
  • 9.00 belanja bak mandi bayi di pasar
  • 13.30 berangkat ke RSIA Restu Kasih Cililitan untuk USG (rekomendasi bidan, USG di bidan libur karena cuti lebaran)
  • 15.00 USG, hasil USG menyatakan kehamilan 40 minggu, berat bayi 3,4 kg, air ketuban tinggal 6 iou yang artinya tinggal setengah, harus dilakukan tindakan hari ini atau paling lambat besok. Lalu lanjut tes CTG untuk melihat kondisi detak jantung bayi, detak jantung masih normal. Dianjurkan kembali ke bidan karena merupakan pasien rujukan.
  • 16.30 sampai di tempat praktek bidan, dianjurkan melakukan tindakan secepatnya di rumah sakit, karena sekarang bidan sudah tidak diperbolehkan melakukan tindakan  di tempat prakteknya.
  • 19.30 ke PUSKESMAS untuk meminta rujukan ke RS, pihak PUSKESMAS menyarankan untuk menunggu 1 minggu.
Pulang ke rumah dalam keadaan bingung, nangis mewek-mewek di depan mama. Kenapa anjurannya beda, ada yang harus ambil tindakan hari itu juga, ada yang tunggu satu minggu. Itu nangis mewek-mewek sesengukan kayak anak kecil. bukan karena sakit atau kenapa, lebih karena bingung harus bagaimana dan apa. Mama kasih saran untuk cek ulang, minta second opinion di klinik bersalin yang kebetulan masih kenalan.
  • 20.30 USG & cek ulang di klinik bersalin, air ketuban di bawah 6 iou artinya sudah di bawah batas normal, dianjurkan langsung tindakan operasi caesar malam ini
  • 21.00 kembali ke bidan untuk minta rujukan melahirkan ke RSIA Restu Kasih Cililitan
  • 22.30 sampai di RSIA Restu Kasih Cililitan. Jadwal Operasi caesar jam 23.00, tetapi  karena belum puasa 12 jam sebelum operasi diberikan 2 pilihan, caesar dengan resiko muntah saat operasi atau CTG ulang untuk lihat kondisi detak jantung bayi, jika memungkinkan operasi dapatditangguhkan setelah 12 jam puasa dan dilakukan besok jam 5 pagi
  • Dari hasil CTG, detak jantung masih normal, memutuskan untuk operasi besok pagi


Perasaan saat itu jauuuuh banget dari rasa takut. Saat itu yang ada dalam pikiran cuma bagaimana caranya bayi ini harus keluar dengan selamat. Disuntik dan masukkin selang  pun ga berasa apa-apa. Bermalam di rumah sakit menunggu operasi besok bersama suami, mama, adik-adik rasanya campur aduk. Lihat muka mama dan adik-adik yang mereka bahkan cuma bisa diam ga ngomong, mungkin khawatir atau takut, dan muka suami yang datar dan tenang ituuuu.. duh susah deh dijelaskan dengan kata-kata, karena memang keadaan waktu itu serba mendadak dan cepat. Siapa sangka harus operasi caesar dan siapa sangka ketuban sudah habis entah bagaimana.

Selasa, 6 Agustus 2013
  • 05.40 operasi caesar
Masuk ruang operasi dengan tenang, dokter semua baik dan menenangkan, tapi ya.. ruang operasi itu dingiiiiiiin banget, karena ruang steril kan ya, sampai waktu operasi tangan itu gemeteran, campuran antara takut dan dingin. Lagi-lagi suntik bius epidural yang kata orang itu sakit, kok ya ga berasa apa-apa, saking udah kebas kali ya perasaan, yang penting dede bayi harus keluar sekarang, sehat selamat, cuma itu yang waktu itu penuhin pikiran.

  • 06.07 lahirlah Emir Arzu Ismail dengan BB 3,4 kg dan panjang 49 cm
Pada akhirnya aku percaya bahwa ini semua takdir Allah, kita dipersatukan, dipertemukan, dan dipercaya untuk mendidik, menjaga, dan membesarkan Emir. Doa banyak orang pula yang aku dan suami percaya memudahkan langkah kami dua hari itu untuk kesana kemari, membukakan pikiran kami untuk ambil keputusan itu dan ini. Memang dari awal hamil, kalau ada yang tanya, selalu di ujungnya aku dan suami sisipkan titip doa "doain sehat, selamat, lancar ya selama hamil sampai melahirkan." Kumpulan ucapan "Amin" itulah yang pasti mempermudah semua. Pokoknya kalau ingat hari itu, jadi mellow gitu deh, hihi..







Banyak pembelajaran ya dari hamil sampai melahirkan anak pertama. Jelasnya sekarang kalau di trisemester terakhir harus rajin USG, waktu itu aku sempat lewat 1 minggu USG. Pastinya sekarang ga lagi deh kepikiran persalinan gratis, ga worth it banget dengan kehilangan (hii,jangan sampe) apa yang kita tunggu, rawat selama 9 bulan. Kumpulin duit yang banyak dulu sebelum rencana punya adik buat Emir, hehe.. Yang pasti, semua harus jadi pembelajaran ke depannya kan..

Rasanya hamil tua itu..

Rasanya hamil tua itu.. campur-campur. Takjub lihat perut yang bulet banget, udah bosan dan ingin cepat-cepat melahirkan, takut dan khawatir sudah mulai berkurang, lebih ke arah tawakal dan optimis.

Pada dasarnya aku memang orangnya optimis banget, kalau ikut lomba dari kecil selalu yakin menang dan alhamdulillah menang, waktu sidang skripsi optimis dapat A, alhamdulillah dapat A. Waktu tiba-tiba cek dan harus dilakukan tindakan operasi caesar secepatnya karena air ketuban habis
 yang ada di pikiran cuma sebentar lagi bisa segera kumpul bareng Emir, pokoknya positive thinking banget. Positive thinking juga bagian dari husnudzon pada Allah bukan.

Selama hamil itu memang kayaknya ingat terus sama kematian, maut kayaknya dekat banget. Tapi ya itu kuambil sebagai pengingat kita akan rezeki umur dan rezeki Allah akan begitu banyak hal baik dalam hidupku. Pernah waktu malam, lihat wajah suami tidur tau-tau nangis sesengukan, keinget maut itu, gimana kalau aku ga bisa melewati proses melahirkan dengan lancar, nanti suami gimana ya, pasti sedih banget, kalau aku ga selamat dan dede bayi selamat apa suami akan sayang dede atau justru benci sama dede, wah dramatisir banget, hahaha.

Tapi memasuki kehamilan akhir, piliran-pikiran itu aku ganti dengan doa. Ya Allah aku masih ingin berbakti pada mama, masih ingin mengabdi pada suami, masih ingin merawat, membesarkan, dan mendidik anakku menjadi anak sholeh dan taat padamu, berilah hamba umur untuk itu ya Allah.



Hasil USG dan Cara Membacanya

Beberapa kali melakukan USG, sangat disayangkan hasil USG yang dikumpulkan dalam satu amplop hilang atau terselip entah dimana (hiks). Beruntung beberapa diantaranya sempat tersimpan di memori handphone:


Cara membacanya:
  • BPD (Biparietal Diameter) = panjang tulang pelipis kiri dan kanan
  • GA (Gestasional Age) = umur janin
  • AC (Abdominal Circumferencial) = lingkar perut
  • FL (Femur Length) = panjang tulang paha
  • EFW (Estimation Fetal Weight) = perkiraan berat bayi



Dari hasil USG didapat:
  • BPD/panjang tulang pelipis kiri dan kanan = 87,8 mm
  • GA/umur janin = 35w4d / 35 minggu 4 hari
  • AC/ lingkar perut = 280 mm
  • FL/panjang tulang paha = 69,3 mm
  • EFW /perkiraan berat bayi = 2,28 kg
USG selanjutnya
  • BPD/panjang tulang pelipis kiri dan kanan = 91,1 mm
  • GA/umur janin = 36w6d / 36 minggu 6 hari
  • EDD/ perkiraan persalinan (berdasarkan GA) = 16 Agustus 2013
  • AC/ lingkar perut = 310 mm