Niat awal ke TMII karena
mau ajak emir lihat musem air tawar berhubung anaknya memang penggemar ikan dan
segala jenis binatang. Sebelum kita coba Sea World, kita coba yang murah meriah
dulu di museum air tawar. Tiket masuk gerbang TMII 10 ribu/orang dan 6 ribu/motor.
Tujuan
utama adalah museum air tawar, biaya masuknya 25ribu/orang, emir pun harus beli
karcis karena tingginya sudah melewati batas tinggi minimum yang harus bayar.
Kurang puas sih rasanya, karena di dalamnya ternyata isinya cuma ikan-ikan yang
sudah biasa kita lihat, penampakan aquariumnya juga kurang menarik. Malah lebih
menarik di pintu keluar museumnya, karena bisa Memberikan umpan ikan di kolam,
plus foto dengan badut. Rasanya itulah awal mula emir terobsesi untuk salaman
dan foto dengan badut.
Setelah
rehat makan siang di pinggir danau depan museum air tawar dan solat dzuhur kita
lanjut tur keliling museum serangga dan kupu-kupu yang letaknya di sebelah
museum air tawar, senangnya biaya masuknya free. Penataan serangganya menarik
sih, tapi berhubung aku sendiri bukan favorit (takut) dengan segala serangga
dan binatang berkaki banyak, jadi ya cuma menikmati sekenanya saja. Jalan
keluar dari museum ini kita diajak memutari taman kupu-kupu, mungkin seharusnya
tamannya dipenuhi kupu-kupu ya, tapi karena sepertinya juga masuk tahap
pemugaran, jadi ya sama sekali tidak nampak kupu-kupu, tamannya pun kelihatan
gersang, jadi ya kita cuma manfaatkan untuk foto-foto deh.
Tadinya
kita mau lanjut kunjungan ke museum komodo dan museum transportasi untuk coba
naik pesawat garuda yang terparkir di halaman depannya, plus pastinya untuk
menyenangkan obsesi anak lelaki dengan segala jenis mobil, kereta, helikopter,
dll. Sayangnya banyak museum yang sedang masuk tahap pemugaran termasuk 2
museum tadi.
Lihat
museum transportasi ditutup untuk umum rasanya sediiih banget, padahal mau juga
ajak Emir naik pesawat garuda itu, karrena dulu waktu kecil aku pernah masuk
dan berkesaaaan sampai sekarang, secara sampai umur 26 tahun belum pernah
sekalipun naik pesawat, hiks.
Jadi
setelah putar-putar TMII, paling puas akhirnya tempat terakhir yang kita
kunjungi, yaitu museum pemadam kebakaran. Museum ini baru dibuka untuk umum,
ruangan dalamnya terdapat pameran sejarah dan inventaris pemadam kebakaran.
ketika kita berkunjung kita diberikan booklet gratis komik Adit dan Sopo Jarwo
episode pemadam kebakaran. Nah bagian paling seru adalah di luar pameran
terparkir 2 mobil pemadam kebakaran yang bisa kita lihat-lihat dalamnya, plus
helm dan topi pemadam.kebakaran yang bisa dipakai.
Puas
rasanya kita main di dalamnya, bisa coba berbagai hal, putar alarm blankwir
misalnya.
Jalan-jalan
hari itu kita tutup dengan main di playground yang tanpa sengaja kita temukan
di luar museum komunikasi sambil menikmati angin sore.